Bahasa Tubuh Pembohong
17 Februari 2009
Kamu pasti pernah berbohong! Walau hanya sekali. Kalau untuk hal-hal sepele, berbohong tidak berdampak serius. Bahkan bisa menjadi bahan hiburan. Tapi ketika seorang berbohong untuk hal yang sangat penting maka itu bisa menyakitkan. Dalam hal itu dibohongi sama sekali tidak menyenangkan. Nah untuk menghindari supaya kamu tidak dikibulin, di bawah ini Kamera kasih tips-tips buat mengenali dia yang tidak jujur...
Bahasa tubuh
DR. Paul Ekman spesialis tentang ekspresi muka, emosi dan kebohongan mengatakan bahwa cara paling mudah mengenali pembohong adalah lewat bahasa tubuhnya. Karena menurutnya orang yang berbohong cenderung bersikap kaku dan tidak banyak bergerak. Kalau pun bergerak cenderung tidak lazimnya.
Mata, katanya, bisa menjadi sumber informasi, karena pembohong mencoba untuk menghindari sebanyak mungkin kontak mata dengan korbannya.
Selanjutnya, gerakan jari dan tangan bisa juga dipakai sebagai acuan. Menurut Pak Paul, tanpa sadar sang pembohong seringkali menyentuh muka, wilayah tenggorokan dan mulutnya sendiri, dan terkadang juga menggaruk-garuk hidung atau belakang telinga. Meskipun enggak gatel.
Salah tingkah
Lainnya adalah soal kontradiksi kondisi emosi si pembohong atau singkatnya SALTING! Salah Tingkah. Biasanya ungkapan emosi dan tingkah laku dari sang pembohong, tidak lazim. Atau tidak nyambung dengan emosi. Misalnya saja dari mulutnya terlontar kata-kata manis tapi di saat yang sama raut mukanya terlihat kemarahan atau tegang. Selain itu ekspresi mulut penipu terlihat terbatas dan kaku.
Hal lain yang perlu juga diperhatikan adalah interaksi dan reaksinya. Orang yang merasa salah (dan menutupi kebohongan) cenderung bersikap defensif atau pasang jurus membela diri. Belum-belum dia sudah merasa akan diserbu. Pembohong biasanya merasa enggak nyaman berhadapan dengan orang yang dibohonginya. Posisi tubuhnya juga cenderung menyampingi lawan bicaranya. Ditambah lagi, tanpa sadar dia terkadang meletakkan barang atau apapun juga di antara kamu dan dia. Secara tidak sadar itu semacam cara memberi pembatas atau benteng.
Monoton dan datar
Yang juga perlu diperhatikan kalau mau mengenali orang berbohong adalah mengenai isi dan konteks cerita yang disampaikannya. Jawaban si pembohong biasanya akan mengulang kata-kata yang kamu tanyakan. Misalnya saja kamu tanya: "Kamu mengambil kue Brownies dari lemariku yah?"
Dia yang nyikat Browniesmu akan berkelit dan jawab, " Enggak...aku enggak ngambil Brownies dari lemari kamu." Dan ketika ditanyai sesuatu, biasanya si pembohong akan berusaha menjelaskan jawabannya sampai sedetil-detilnya untuk meyakinkan kamu.
Kata Paul Ekman, nada suara si pembohong juga seringkali monoton dan datar, serta jawabannya terdengar seperti dumelan pelan.
Taktik memergoki
Nah taktik lain untuk bisa memergoki dia berbohong atau tidak. Ketika sedang ngebahas topik yang "meragukan" itu (contoh Brownies tadi ) dengan orang tersebut, cobalah mendadak ganti topik lain. Pembohong yang sedang gerah .. akan merasa lega dan tertolong dengan perubahan topik. Tapi sebaliknya orang yang jujur, akan mempertanyakan sikapmu yang cepat berganti topik. Si jujur akan merasa terganggu dan bertanya kepada kamu, kenapa kamu mendadak ganti topik baru.
Nah itulah kurang lebih aspek-aspek yang bisa kamu perhatikan untuk mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak, yang ditulis DR. Paul Ekman. Sebagai penutupnya Pak Paul juga berpesan " Pada umumnya kita ada pilihan dalam hidup, kalau kita memilih untuk curiga terus dalam hidup mungkin hidup kita tidak akan teralu menyenangkan tapi kita tidak akan sering dibohongi. Atau kita bisa hidup dengan percaya ke sekeliling dan biasanya hidup akan lebih menyenangkan, tapi kadang kita harus mengalami kekecewaan karena mengetahui kita telah dibohongi".
Kalangan yang kemungkinan bisa kamu percaya adalah keluarga dan teman. Lebih baik kamu percaya mereka daripada mencari-cari kebohongan terus-menerus.
Nah kawan itulah tips-tips untuk mengenali orang yang berbohong. Tentunya kita harus melatih diri untuk peka terhadap semua aspek-aspek di atas. Tapi ada juga orang-orang yang tidak mempan dengan jurus DR. Paul tadi, kalau pembohongnya sudah profesional dan memang kronis. Jadi selamat mencoba aja dan semoga sukses.
Biar ga di boongin, baca dulu yang berikut ini....![]()
Cara untuk Melihat Kebohongan Seseorang
-kamu akan melihat bahwa lawan bicara menghindari kontak mata. Matanya akan lebih sering berkedip atau berputar ke arah lain. Hal ini mengindikasikan kondisi mental yang tidak nyaman.
-Orang itu menunjukkan kebingungan saat berbicara. Saat dia berbohong, dia akan memikirkan tentang kesalahannya pada waktu yang sama. Hal ini akan mengganggu perhatiannya dalam percakapan tersebut.
-Seorang pembohong sering kali bicara dengan sangat cepat atau dalam kalimat-kalimat pendek. Dia mencoba untuk menyudahi situasi itu secepat mungkin.
-Jika kita mengawasi bahasa tubuh pembohong dengan cermat, kita akan melihat bahwa bahasa tubuhnya seperti bentuk proteksi diri. Orang itu mencoba untuk melindungi diri sendiri dengan tindakan tertentu seperti mundur ke belakang, menyilangkan lengannya, atau meremas tangan.
-Pembohong berpura-pura kebingungan dalam percakapan. Dia menciptakan kebingungan tersebut sehingga dia bisa mendengar pendapat orang lain dan menyetujui mereka.
-Kadang kala, pembohong menunjukkan perilaku yang berkebalikan. Dia ingin berkata tidak tapi dia menganggukkan kepalanya.
-Biasanya, pembohong tidak siap untuk mengatakan kebohongan tersebut. Saat dia berbohong mengenai sesuatu, hal itu tidak direncanakan sebelumnya. Karena itu, jika kamu menanyakan sesuatu tentang detailnya, maka dia tidak akan mampu menjawab pertanyaan kamu dengan tepat. Dia akan kebingungan dan kehilangan konsistensi percakapannya.
-Tawa yang berlebihan dan rasa setia kawan berlebihan bisa menjadi tanda penting kebohongan. Pembohong itu ingin berpura-pura menunjukkan bahwa dia adalah teman kamu, sehingga kamu akan mulai mempercayainya.
-Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan untuk menentukan apakah seseorang berbohong atau tidak adalah dengan mendengarkan dengan baik. Jika mendengarkan dengan baik apa yang dikatakannya, maka dapat dengan mudah menemukan ketidakkonsistenan dalam pembicaraannya. Inilah salah satu cara efektif untuk mengetahui apakah mereka berbohong atau tidak.
-Juga terlihat jelas apabila seseorang mengatakan kebohongan, dia cenderung akan memberikan penjelasan yang tidak penting. Dia akan memberi terlalu banyak detail tentang situasinya.
-Saat pembohong mengetahui bahwa pendengarnya tahu akan kebohongannya, dia akan segera merasa tersinggung. Hal yang sama terjadi dalam kasus percakapan melalui telepon. Orang yang berbohong cenderung menutup telepon atau cepat-cepat mengubah topiknya.
Hehehehehe...buat yang tukang bohong harus hati hati.....yang sering dibohongin WASPADALAH...WASPADALAH....![]()
![]()
![]()
Diposting olehYudhy Rivaldi di 17.19