Pagi-pagi dapet email aneh
25 April 2009
Begitu buka email hari ini ada 53 email masuk, salah satunya ngasih tahu kalau saya dapat hadiah 850.000 euro
You have been approved for a payment of £850,000.00
...
[Chat sekarang] HONDA AWARD
FROM THE DESK OF THE HONDA COMPANY LONDON,
IN COLLABORATION WITH UNITED NATIONS SECURITY
AND ENLIGHTENMENT COUNCIL.
754 MAIN ROAD, BIGGIN HILL,
LONDON,UNITED KINGDOM.
AWARD NOTIFICATION
CONGRATULATIONS!
We are pleased to inform you of the release of the long awaited results of the HONDA CAR INTERNATIONAL PROMOTION PROGRAMME held on 24th April, 2009. You were entered as dependent clients with Reference Serial Number: K44CBL475 and Batch number: HDC-451-5754-14BL. Your email address attached to the Ticket Number: 01225498775436 that drew the Lucky Winning Numbers (1-5-6-8-7-4-5-2) which consequently won the Lottery in the 2nd category, in four parts.
You have been approved for a payment of £850,000.00(Eight Hundred And Fifty Thousand Great British Pounds Sterling) in cash credited to file Reference Number: HDCA/4155247787001-A. This is from a total cash prize of Five Million Euros shared among all our International Winners in all categories.
Congratulations!!!
All participants were selected through a computer ballot system drawn from 50,000 (Fifty thousand) names of email users around the world, as part of our international promotion program. Due to mixed up of some names and addresses, we ask that you keep this award personal, till your claims has been processed and your funds remitted to you. This is a part of our security measures to avoid double claiming or unwarranted participants or imposter's, taking advantage of the situation. You are to contact your claims agent
NOTE: YOU ARE ADVISED TO KEEP THIS SECRET FROM THE PUBLIC TO PREVENT DRAGGING AND DOUBLE CLAIMING OF YOUR PRIZE FOR SECURITY REASONS.
HONDA AWARD PROMO 2009 CLAIMS AGENT.
CONTACT PERSON: PASTOR.RICHARD EBEMS.
EMAIL: richardebems.rev@gmail.com
you are advised to fill the fund release form and send to the Honda lottery awards claims agent . with the below email address (richardebems.rev@gmail.com)
1) Name:
2) Address:
3)Sex:
4)Age
5)Marital Status:
6)Occupation:
7)Telephone Number:
8)Lotto Number:
9)Ticket Number:
10)Serial Number:
11)Brief Description of Individual:
12)Amount Won:
13)State:
14)Country:
NOTICE: TO ALL WINNERS You are not to reply to this mail, all correspondence must be sent to our claims agent, along side with your reference, Batch and Serial numbers: reply to (richardebems.rev@gmail.com)
Best Regards,
Stephen Keythe,
Ini email beneran apa gak sich, atau cuma penipuan doang yach?????katanya gak boleh dikasih tahu sama siapapun, ini yang membuat email ini jadi sangat aneh, emailnya juga harus di forward ke alamat email dengan account gmail.com
Honda Award Notification Officer.
C.E.O HONDA AWARD OFFICE
Diposting olehYudhy Rivaldi di 09.48 0 komentar
Injection
24 April 2009
diambil dari http://vulnerabilities.aspcode.net/21008/SQL+injection+vulnerability+in+subcat+php+in+AJ.aspx
Sql Injection Vulnerability In Subcat.php In Aj vulnerability report
vulnerabilities.aspcode.net
Phase: SQL injection vulnerability in subcat.php in AJ Auction 1.0 allows remote attackers to execute arbitrary SQL commands via the cate_id parameter.
References MILW0RM:3408 | URL:http://www.milw0rm.com/exploits/3408 | BID:22808 | URL:http://www.securityfocus.com/bid/22808 | FRSIRT:ADV-2007-0819 | URL:http://www.frsirt.com/english/advisories/2007/0819 | SECUNIA:24375 | URL:http://secun
Mudah mudahan bermanfaat
Diposting olehYudhy Rivaldi di 04.01 0 komentar
Your webmaster search is: Expiration-date:*2009 +login: rapidshare.com
Your webmaster search is: Expiration-date:*2009 +login: rapidshare.com
Januari 18, 2009
Your webmaster search is: Expiration-date:*2009 +login: rapidshare.com
Free RapidShare Premium Account
Generate link premium account rapidshare
Hacking rapidshare
Download fast from rapidshare
Free download account premium
Your webmaster search is: Expiration-date:*2010 +login: rapidshare.com
Your webmaster search is: Expiration-date:*2009 +login: megaupload.com
RApidshare keygen
rapidshare account premium generator
crack rapidshare
cara mencari account gratis premium rapidshare
generate free account
gratis account premium rapidshare.com dan uploads.com dan megaupload.com
premium for free
full version without download
presiden George W. Bush Meninggal Karena tidak bisa berhenti tertawa
tukul arwana menikah dengan luna maya
monyet jelek berubah menjadi orang cakep ganteng tampan
tips trik lainnya
(MOHON MAAF, cuma ikut-ikutan, postingan ini hanya untuk menembak keyword. Saya hanya sedang melakukan SEO TEST. JIKA INGIN BLOG ANDA RAME MENDADAK, copy paste artikel ini. Dijamin ribuan pengunjung datang tiba2 seperti yg saya alami ini
Diposting olehYudhy Rivaldi di 03.51 0 komentar
Menjaga Tubuh Dari Dosa
02 Maret 2009
Maksud Hifzhul Jawarih Minadz Dzunub
Al-hifzhu berarti menjaga, memelihara. Al-jawarih berarti bagian-bagian tubuh, yaitu anggota tubuh yang ada dalam tubuh manusia baik yang tampak ataupun yang tidak tampak, yang ada di luar atau yang ada dalam tubuh, seperti tangan, kaki, telinga, mata, hidung, mulut, perut, dan hati. Ad-dzunub adalah dosa-dosa.
Jadi, maksud dari hifzhul jawarih min ad-dzunub adalah memelihara dan menjaga anggota tubuh dari segala dosa, sehingga dirinya dapat terpelihara dari maksiat dan terhindar dari azab Allah swt.
Manusia diciptakan dalam keadaan sempurna dan istimewa, tidak seperti makhluk-makhluk lain seperti malaikat, jin, setan, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Hal ini difirmankan Allah swt. dalam surat At-tiin ayat 4:
لقد خلقنا الإنسان في أحسن التقويم
“Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna.”
Apa yang membuat manusia diciptakan dalam keadaan sempurna? Paling tidak ada 3 komponen yang diberikan Allah swt. kepada manusia sehingga menjadi makhluk yang sempurna, yaitu akal, ruh, dan jasad.
Tiga komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan saling menyempurnakan. Jika salah satu hilang, maka kesempurnaan manusia akan hilang. Akal yang digunakan untuk berpikir, membedakan manusia dari binatang. Karena itu, jika manusia tidak mau menggunakan akalnya dengan baik, maka tak ubahnya seperti binatang. Ruh membuat manusia mampu bergerak dan melakukan aktivitasnya. Jika ruh hilang dalam diri manusia, maka tak ubahnya seperti mayat yang terbujur kaku. Tidak bisa bergerak. Jangankan bergerak, menepis sesuatu yang menempel di tubuhnya pun tidak bisa.
Jasad juga sangat dibutuhkan dalam diri manusia. Jika ada tidak jasad, maka dirinya tidak terlihat; dan ini tak ubahnya seperti jin, setan, atau malaikat. Alangkah baik jika seperti malaikat, makhluk yang dimuliakan Allah. Namun jika seperti setan? Naudzubillah min dzalik.
Namun demikian kesempurnaan manusia adalah relatif. Dengan 3 komponen yang telah dianugerahkan Allah ini, diharapkan manusia mampu menjalankan perintah Allah dengan maksimal dan baik, bersyukur kepada Yang Maha Pemberi, dan beribadah kepada sang Khaliq.
Allah mengingatkan dalam ayat ke 5 surat At-tiin:
ثم رددناه أسفل سافلين إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات فلهم أجر غير ممنون فما يكذبك بعد بالدين أليس الله بأحكم الحاكمين
“Kemudian kami kembalikan mereka ke tempat yang paling rendah, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, maka bagi mereka ganjaran yang tidak terbatas. Allah tidak berdusta dengan agama. Bukankah Allah sebaik-baik Hakim?”
Allah akan menghinakan manusia karena mereka tidak mau menggunakan akal untuk memikirkan segala ciptaan Allah hingga menghasilkan iman yang dalam kepadanya. Allah juga akan menghinakan manusia yang tidak menggunakan ruhnya untuk beribadah. Allah pasti akan menghinakan manusia yang tidak menggunakan jasadnya untuk menjalankan segala kewajiban dan tidak mampu menjaga dari dosa-dosa yang dilarang.
Dalam agama ada dua bagian penting: pertama, melakukan ketaatan terhadap segala perintah Allah; kedua, menjauhi segala larangan Allah.
Perbuatan taat adalah pekerjaan yang mudah. Setiap orang mampu mengerjakannya. Tapi, meninggalkan kemaksiatan adalah perbuatan yang paling berat karena terkait dengan meninggalkan kesenangan dan keinginan, Karena itu meninggalkan kemaksiatan adalah perbuatan yang tidak bisa dilakukan kecuali hanya oleh shiddiqun (orang-orang yang jujur) dalam beribadah dan bersungguh-sungguh dalam meninggalkan kemaksiatan.
Rasulullah saw. bersabda:
المهاجر من هجر السوء، والمجاهد من جاهد هواه
“Al-Muhajir (orang yang hijrah) adalah yang meninggalkan keburukan, dan al-mujahid (orang yang berjihad) adalah yang bersungguh-sungguh menahan hawa nafsunya.”
Makna Adz-Dzunuh dan Pembagiannya
Ad-dzunub –jamak dari kata dzanbun (dosa)– adalah balasan atau ganjaran Allah terhadap seseorang yang melakukan kemaksiatan. Jika seseorang melakukan kesalahan, maka atasnya dosa. Jika bertaubat kepada Allah, maka akan dihapus dosa tersebut. Namun jika tidak bertaubat, maka dosanya akan terus bertambah dalam hatinya dan membuat hati menjadi keras serta sulit untuk menerima kebaikan, nasihat, dan hidayah Allah.
Rasulullah saw. men-tamtsil-kan dosa seperti noktah hitam. Jika bertaubat, noktah hitam tersebut akan hapus. Namun jika dibiarkan, akan terus bertambah hitam. Para sahabat Nabi menganggap dosa –walaupun dosa dari kesalahan yang kecil– seperti gunung besar dan tinggi yang akan menimpa diri mereka.
Sementara, Imam Al-Ghazali men-tamtsil-kan dosa seperti kaca jendela yang setiap hari tertimpa debu. Jika kaca tersebut setiap hari dibersihkan, maka akan selalu tetap bersih. Namun jika dibiarkan dan tidak dibersihkan, debu akan terus bertambah dan lambat laun akan membuat kaca tertutup oleh debu sehingga cahaya matahari tidak bisa menembus kaca yang tertutup dengan debu.
Berdasarkan jenisnya, dosa dibagi menjadi dua, yaitu dosa besar dan dosa kecil. Dosa besar adalah dosa yang dilakukan oleh seseorang karena melakukan kemaksiatan seperti zina, memakan harta riba, syirik, menyembah kepada selain Allah, dan bersumpah palsu. Sedangkan dosa kecil yaitu dosa yang dilakukan oleh seseorrang karena melakukan kesalahan atau pelanggaran.
Sedangkan jika dibagi berdasarkan perbuatan yang dilakukan, dosa juga digolongkan menjadi dua. Pertama, dosa yang berhubungan dengan Allah; yaitu dosa karena melakukan pelanggaran atas hak-hak Allah seperti meninggalkan ibadah wajib dan tidak puasa. Dosa ini jika pelakunya bertaubat kepada-Nya, maka akan diampuni.
Kedua, dosa yang berhubungan dengan manusia; yaitu dosa yang dilakukan oleh seseorang karena melakukan kesalahan kepada orang lain seperti menyakiti dan mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan. Dosa ini tidak akan diampuni oleh Allah kecuali dengan mendapat maaf dari orang yang disakiti atau mengembalikan harta yang diambil kepada pemiliknya.
Jenis-jenis Jawarih
Al-jawarih (anggota tubuh) adalah nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Tanpa al-jawarih, kesempurnaan manusia akan hilang. Jika salah satu jawarih hilang, maka dianggap cacat.
Al-jawarih juga merupakan amanah Allah yang harus dipelihara dan tidak boleh dikhianati, tidak digunakan untuk melakukan kemaksiatan, dan harus dipelihara dari dosa. Siapa yang melanggarnya, dianggap telah melakukan kezhaliman terhadap jawarih-nya.
Setiap al-jawarih yang dimiliki oleh manusia akan menjadi saksi nanti di hari kiamat. Jawarih-nya akan berbicara di hadapan Allah guna memberikan kesaksian terhadap apa yang diperbuat oleh pemilik jawarih tersebut. Allah berfirman:
يوم تشهد عليهم ألسنتهم وأيديهم وأرجلهم بما كانوا يعملون
“Pada hari itu lisan-lisan, tangan-tangan, dan kaki-kaki mereka akan menjadi saksi terhadap apa yang mereka lakukan (di dunia).”
Allah juga berfirman:
اليوم نختم على افواههم وتكلمنا أيديهم وتشهد أرجلهم بما كانوا يكسبون
“Pada hari itu kami kunci mulut-mulut mereka. Tangan-tangan dan kaki-kaki mereka menjadi saksi terhadap apa yang mereka lakukan.”
Adapun al-jawarih yang khusus kita jaga ada tujuh, yaitu mata, telinga, lidah, perut, kemaluan, tangan, dan kaki.
Adab Hifzhul Jawarih Minadz Dzunub
Adapun adab-adab menjaga al-jawarih dari dzunub adalah sebagai berikut:
1. Adab mata
Allah berfirman:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada orang-orang beriman (laki-laki) hendaknya menjaga pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, karena yang demikian itu membersihkan jiwa mereka dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan apa yang mereka lakukan. Dan katakanlah kepada wanita perempuan hendaknya mereka menjaga pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka.” (An-Nur:30-31)
Mata diciptakan untuk memberikan petunjuk dalam kegelapan, membantu pada kebutuhan-kebutuhan yang dilakukan oleh anggota tubuh lain, melihat keindahan ciptaan Allah dari langit dan bumi dan makhluk lainnya, sehingga dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah.
Memelihara mata dapat dilihat pada empat hal:
1. menggunakannya untuk melihat pada sesuatu yang tidak diharamkan;
2. menggunakannya untuk melihat pada sesuatu yang tidak mengumbar nafsu;
3. menggunakannya untuk melihat pada seorang muslim tidak dengan pandangan hina;
4. menggunakannya untuk melihat pada seorang muslim untuk tidak membuka aib.
2. Adab Telinga
Telinga diciptakan untuk mendengarkan kalam Allah, sunnah Rasulullah saw, dan ceramah-ceramah yang dapat memberikan faedah mengenal Allah swt., Raja Yang Maha Hidup dan Pemberi Nikmat Yang tiada henti.
Adapun telinga hendaknya dipelihara dari mendengar sesuatu yang bid’ah, ghibah, maksiat, batil, dan dari menceritakan aib orang lain.
3. Adab Lisan
Lisan diciptakan untuk memperbanyak menyebut nama Allah, berdzikir kepada-Nya dan membaca kitab Allah, mengajak manusia pada jalan-Nya, memvisualisasikan apa yang ada dalam hati dari kebutuhan agama dan dunia.
Jika lisan digunakan bukan pada tempatnya, maka pada hakikatnya telah mengingkari nikmat Allah. Karena, lisan adalah anggota tubuh yang sangat besar manfaatnya. Manusia tidak dimasukkan ke dalam neraka, kecuali karena lisannya.
Rasulullah saw. bersabda:
إن الرجل ليتكلم بالكلمة ليضحك بها أصحابه فيهوي بها في قعر جهنم سبعين خريفا
وروى أنه قتل شهيد في المعركة على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال قائل: هنيئا له الجنة، فقال: صلى الله عليه وسلم: (وما يدريك لعله كان يتكلم فيما لا يعنيه، ويبخل بما لا يغنيه.
Diriwayatkan bahwa seseorang mendapatkan syahid dalam kancah perang pada masa Rasulullah saw, maka seseorang berkata, “Selamat baginya surga.” Rasulullah saw. bersabda, “Kalian tidak mengetahui bahwa dirinya banyak berbicara sesuatu yang tidak perlu dan kikir pada orang yang membutuhkan.”
Adapun adab menjaga lisan ada 5, yaitu:
• Jaga lisan dari berdusta
Yaitu menjaganya dari jidal dan canda, tidak membiasakan pada dusta karena dusta merupakan pangkal dosa besar.
• Jaga lisan pada janji
Jika seseorang berjanji, maka harus ditunaikan janji tersebut, kecuali karena uzdur syar’i atau darurat, namun sebisa mungkin untuk bisa menepati janji tersebut dan tidak melanggarnya; karena melanggar janji merupakan akhlak yang paling tercela dan salah satu dari sifat munafik.
Nabi saw bersabda:
ثلاث من كن فيه فهو منافق وإن صام وصلى: من إذا حدث كذب، وإذا وعد أخلف، وإذا أؤتمن خان
“Tiga hal yang jika salah satunya ada dalam diri seseorang maka disebut munafik walaupun mendirikan shalat dan puasa: jika berbicara berdusta, jika berjanji melanggar, dan jika diberi amanah mengkhianati.”
• Tidak ghibah
Ghibah adalah menceritakan diri seseorang yang tidak disukai walaupun yang diceritakan mendengarnya, jika benar maka dirinya telah melakukan ghibah dan zhalim. Maka dari itu seseorang harus memelihara dirinya dari berbuat ghibah, karena ghibah adalah perbuatan yang tercela dan paling jahat.
Ghibah juga merupakan perbuatan yang diharamkan Allah, dan biasanya ghibah bersumber dari prasangka buruk terhadap seseorang lalu tanpa melakukan cek dan ricek terlebih dahulu diceritakan kepada orang lain. Allah swt. mengecam orang yang berghibah dan menyamakannya dengan memakan daging saudaranya yang sudah meninggal.
Allah berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنْ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah akan buruk sangka, karena buruk sangka sebagiannya adalah dosa.Jangan mengintai, dan jangan ghibah sebagian kalian dengan yang lainnya, sukakah diantara kalian memakan daging saudaranya yang sudah meninggal, tentu kalian tidak akan menyukainya, dan bertakwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang.” (Al-Hujurat:12)
Cukuplah bagi seseorang memikirkan aibnya sendiri ketimbang aib orang lain, sebagaimana yang diwasiatkan Rasulullah saw.
طوبى لمن شغله عيبه عن عيوب الناس
“Beruntunglah seseorang yang sibuk dengan aibnya sendiri dari memikirkan aib orang lain.”
Allah swt. memuji orang yang menjadi perisai saudaranya dan menjaga dirinya untuk tidak menceritakan aib orang lain. Karena dirinya mampu menutupi aib orang, maka Allah akan menutupi aib dirinya. Namun jika mengumbar aib orang, maka Allah akan mengecamnya dan dibuka kehormatannya di dunia sementara di akhirat Allah akan mencelanya di hadapan semua makhluk-Nya.
• Jangan berbantah-bantahan dan jidal
Yaitu berbantah-bantahan dalam bicara di hadapan orang lain dengan tujuan menghinakan orang tersebut sambil menampakkan dirinya orang yang paling bersih, pintar, dan berwawasan luas.
Rasulullah saw. bersabda:
من ترك المراء وهو مبطل بنى الله له بيتا في ربض الجنة، ومن ترك المراء وهو محق بنى الله له بيتا في أعلى الجنة
“Barangsiapa yang meninggalkan berbantah-bantahan padahal dalam kebatilan, maka Allah akan bangunkan baginya rumah dalam surga paling bawah. Dan barangsiapa yang meninggalkan berbantah-bantahan padahal kebenaran, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga yang paling tinggi.”
• Tidak mencela ciptaan Allah
Seseorang tidak boleh mencela ciptaan Allah; seperti hewan, makanan atau manusia itu sendiri. Tidak menuduh orang pada kekafiran atau nifak; karena kufur dan nifak adalah urusan Allah dan merupakan perbuatan hati. Dan yang berhak membuka perbuatan hati adalah Allah.
Rasulullah saw. tidak pernah mencela makanan yang ada di hadapannya. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a., “Rasulullah saw. sama sekali tidak pernah mencela makanan yang tidak disukainya. Jika beliau menyukai, maka beliau memakannya; dan jika tidak, maka beliau meninggalkannya.”
4. Adab Perut
Adapun perut harus dipelihara dari memakan makanan yang haram dan syubhat. Berusahalah mencari yang halal. Bagi seseorang yang telah mendapatkan harta yang halal, maka hendaknya berusaha menggunakannya dengan sebaik-sebaiknya. Tidak memakannya hingga kekenyangan karena kekenyangan akan membuat hati keras, merusak akal, melemahkan daya ingat, membuat anggota tubuh berat untuk beribadah dan membaca Al-Quran, meninggikan nafsu syahwat dan membuka pintu setan sehingga masuk ke dalamnya.
5. Adab kemaluan
Kemaluan harus dipelihara dari hal-hal yang diharamkan Allah, sebagaimana yang difirmankan Allah swt:
وَالذَينَ هُم لِفُروجِهم حافِظون، إِلاّ عَلى أَزواجِهِم أَو ما مَلَكَت أَيمانُهُم
“Dan mereka yang memelihara farj (kemaluannya) kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak mereka.”
Pemeliharaan farj tidak akan bisa diraih kecuali dengan memelihara mata dari pandangan yang diharamkan, menjaga hati dari mengkhayal dan mengumbar syahwat, dan menjaga perut dari syubhat dan kekenyangan karena semua itu merupakan pemicu dari syahwat.
6. Adab tangan
Adapun tangan juga harus dipelihara dari melakukan tindakan yang merugikan orang lain; seperti memukul orang lain tanpa alasan yang dibenarkan, mengambil hak orang lain dengan cara yang tidak halal, menyakiti setiap makhluk Allah, berkhianat, menulis sesuatu yang tidak dihalalkan, karena tulisan adalah pengganti lisan.
7. Adab kaki
Adapun kaki harus dipelihara dari berjalan menuju yang haram dan ke tempat yang diharamkan. Tidak menggunakannya untuk menendang atau melakukan kekerasan, dan berusaha untuk melangkahkannya ke tempat yang halal dan dibolehkan; seperti masjid, majelis taklim, berziarah ke tempat saudaranya sesama muslim, dan membantu orang lain.
Demikianlah hifhzul jawarih yang harus dipelihara oleh setiap muslim. Amal jawarih merupakan cerminan dari kondisi hati. Karena itu, jika seseorang ingin berhasil melakukan hifzhul jawarih, hendaknya memelihara hatinya agar bersih dari dosa dan kotoran. Baik dan buruknya jawarih terlihat dari kondisi hati. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw.:
ألا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح بها سائر الجسد، وإذا فسدت فسد بها سائر الجسد ألا وهي القلب.
“Ketahuilah dalam jasad manusia ada segumpal darah, jika baik maka akan baik pula seluruh jasadnya, dan jika rusak maka akan rusak pula seluruh jasadnya. ketahuilah, segumpal darah itu adalah hati. ”
Diposting olehYudhy Rivaldi di 18.34 0 komentar
Top 10 Virus, Februari 2009
25 Februari 2009
Posted on February 11th, 2009 in Pengumuman, Analisa Virus by admin
Mulai sepinya wabah virus lokal baru bukan berarti Anda bisa tenang, karena serangan virus luar makin membabi buta. Dalam periode ini terlihat dua virus luar, Autoit dan Recycler yang saling berkejaran untuk menduduki peringkat pertama chart, dan ternyata dimenangkan oleh Autoit. Untuk virus lokal, tidak ada virus baru, hanya variant baru saja. Berikut ini daftar selengkapnya:
1. Autoit variant
Menyebarkan pesan ke setiap contact person yang ada di Y!M.Hampir kebanyakan varian dari virus import berbasis script ini menggunakan icon mirip seperti folder. Virus ini memiliki kemampuan untuk melakukan auto update ke beberapa situs, seperti yang dilakukan oleh salah satu variannya, Autoit.CA, yang banyak dilaporkan. Ia juga dapat memanfaatkan Yahoo! Messenger sebagai media perantara penyebarannya dengan mengirimkan pesan berisi link ke setiap contact person yang ada di Y!M korban.
2. Recycler varian
File virus bersembunyi dibalik Recycle Bin palsu.Yang menjadi ciri khas dari virus ini adalah teknik bagaimana ia menyebar. Yakni “ngumpet” dalam direktori Recycler/Recycler/Recycle Bin. Ia juga diketahui menerapkan teknik code injection agar kode virus bisa “nyangkut” pada explorer.exe. Ini dilakukannya untuk mempersulit user maupun program antivirus sekalipun untuk membunuhnya.
3. Valeria.C.
Pesan sebagai tanda telah terinfeksi oleh Valeria.C.Virus lokal yang satu ini, lagi-lagi dibuat menggunakan Visual Basic, dan sepertinya ada kemiripan dengan virus Aksika, bisa jadi ia merupakan versi modifikasi dari virus Aksika. Virus ini menyamar menggunakan icon mirip folder, dengan ukuran file sekitar 152KB tanpa di-pack. Pada komputer terinfeksi, akan ditemukan beberapa file yang mirip sekali dengan folder padahal itu adalah virus. Diketahui, pada setiap root drive, ia akan membuat sebuah folder dengan nama valerianet yang berisi file virus. Untuk mengetahui apakah komputer sudah terinfeksi virus ini apa belum, cukup mudah. Komputer terinfeksi ditandai dengan terdapatnya file dengan nama valeria.txt di C:\.
4. Fdshield
Nama yang digunakan oleh Fdshield saat menyebar.Virus yang dibuat menggunakan bahasa Delphi ini menggunakan icon yang menyerupai Internet Explorer. Memiliki ukuran file sebesar 553.472 bytes, tanpa di-pack. Satu hal yang mencolok dari virus ini adalah dari nama yang digunakan saat menyebar, yang bertuliskan “17++ Sexs & Rahasia Wanita artis Indonesia (foto2_kamera tersembunyi_liputan).exe”. Bagi user yang tidak hati - hati, akan menyangka file tersebut merupakan file HTML. Jika Anda lihat pada direktori C:\Windows\System32, akan ditemukan sebuah file induk dengan nama “rundl32.exe”. Jangan tertipu lagi! Itu bukanlah file bagian dari Windows, tapi itu memang adalah file virus. Perhatikan huruf “L” yang cuma satu. Dan sekarang lihat pada Schedule Task, ada Job baru dengan nama “Windows FD Shield” yang akan mengeksekusi file virus diwaktu yang telah ia tentukan.
5. WSar.D
WSar.D menyerupai folder.Seperti varian sebelumnya, ia masih dibuat menggunakan VB. Varian ini memiliki ukuran sekitar 108KB, murni tanpa di-pack. Karena icon yang digunakan adalah icon mirip folder, saat beraksi, ia akan mencari folder pada setiap drive yang ada di komputer korban, dan membuat duplikat dirinya dengan nama sama seperti folder asli.
6. Purwo variant
Pesan yang disampaikan pembuatnya.Satu lagi varian baru, Purwo.C, masih dibuat menggunakan Visual Basic, dengan badan berukuran sekitar 56KB, murni tanpa di-pack. Virus ini menggunakan icon mirip dokumen Word milik MsOffice untuk menipu calon korbannya. Saat menginfeksi ia menciptakan sebuah folder dengan nama “Purwokerto Under Cover” yang diberi attribut hidden, dan berisi sebuah file bernama “KoruptorPurwokerto.exe” pada setiap drive yang ia temukan. Di dalam folder C:\Windows\System32\system juga ada file windowss.exe, dan di C:\Windows\javaa\service.exe. Di waktu tertentu ia akan menampilkan layar hitam yang berisi teks pesan dari pembuatnya. Dan hati-hati, virus ini juga akan menghapus beberapa file milik Anda yang ia temui.
7. Yuyun.vbs
Pesan dari virus Yuyun.vbs.Virus yang diciptakan menggunakan Visual Basic Script ini berukuran sekitar 9KB. Pada komputer terinfeksi ia akan membuat banyak sekali file duplikat di setiap folder yang ia temukan dengan nama file autorun.inf, Thumb.db, dalam kondisi ber-attribut hidden, dan sebuah shortcut dengan nama Microsoft. Jika shortcut tersebut diakses, dia memang akan menuju ke suatu folder, tapi dibalik itu virus tersebut juga akan aktif. File Thumb.db disini juga bukan merupakan file milik Windows, tapi melainkan file script virus. Pada komputer terinfeksi juga akan ditemukan sebuah file pesan virus pada direktori Temp user. Di direktori ini juga akan ditemukan file lain yakni script virus yang sudah dalam kondisi ter-decrypt. Karena perlu Anda ketahui bahwa virus ini memang hadir dalam kondisi ter-enkripsi.
8. Raider.vbs variant
Kebiasaan virus Raider yang meng-enkripsi tubuhnya.Virus jenis VBScript ini jika file virusnya dibuka dengan Notepad, tidak banyak string yang bisa dibaca karena dalam kondisi ter-enkripsi. Ini sudah menjadi kebiasaan dalam setiap variannya. Biasanya, pada Registry, ia akan memberikan pengenal dengan membuat key baru di HKLM\Software dengan nama sama seperti nama pada computer name, dengan isinya berupa string value seperti nama virus tersebut, Raider, serta tanggal komputer tersebut kali pertama terinfeksi.
9. Malingsi
Virus Malingsi menyerang virus lain.Virus bertubuh gemuk dengan ukuran 705.312 bytes ini dibuat menggunakan Visual Basic yang di-pack menggunakan PECompact. Sepertinya virus ini ditujukan untuk menyerang virus lain, ini terlihat dari pesan yang ada di tubuhnya. Virus ini berkembang biak dan menyebar menggunakan perantara mIRC, yang bertindak sebagai Bot.
10. Rieysha variant
Virus Rieysha-Sma Ditemukan lagi varian dari Rieysha, kali ini dengan nama Rieysha-Sma. Seperti varian sebelumnya, ia masih dibuat menggunakan Visual Basic. Ukuran kali ini sekitar 104KB, dengan icon yang menyerupai file Real Media Player. Saat menginfeksi, ia akan membuat duplikat file exe, mp3, doc, dan 3gp yang digantikan dengan dirinya. Selain itu, setidaknya ada 2 buah file virus pada root drive, dengan nama “sma3gp.exe” dan “CeritaSeru.vbs”.
http://virusindonesia.com/2009/02/11/top-10-virus-februari-2009/
Diposting olehYudhy Rivaldi di 16.47 1 komentar
Menjauhi Dosa Besar (Bagian 4)
11. Dusta dan bohong
Dalam Alquran kalau kita perhatikan kalimat al-kadzibu, maka kita temukan dalam bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan wazannya, seperti Kaadzibu, Kadzaab, Al-Mukadzibuun, Al-Mukadzibiin, Kadzaaba, Kadzaabat, Makdzuub, Takdziib, Kdazzabuu. Ini semua sesuai dengan ayat dan bentuknya.
Kebohongan atau sifat dusta adalah suatu sifat yang timbul dari sebab beberapa faktor yang ada, antara lain:
• Lemah jiwa dan mentalnya.
• Kegoncangan jiwa.
• Senang dengan perhatian manusia atau pandangan manusia.
• Suka bergurau atau bercanda yang berlebihan.
• Rasa dengki dan iri yang ada.
• Lingkungan yang buruk dan berpengaruh padanya.
Dalam Alquran Allah banyak mengingatkan tentang hal ini, bahkan memberi julukan kepada mereka yang dusta dengan berbagai julukan yang ada:
1. Al-Mujrimuun
“Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya Sesungguhnya tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.” (Yunus: 17)
2. Al-Kafiruun
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir.” (Al-Ankabut: 68)
3. Al-Asyqaa
“yang mendustakan (kebenaran) dan (berpaling) dari iman.” (Al-Lail: 16)
4. Al-Mu’tad
“Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu, melainkan setiap orang yang melampui batas.” (Al-Muthaffifin: 12)
5. Adz-Dzalimuun
“Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim.” (Ali Imran: 94)
6. Al-Aatsimuun
“Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).” (An-Nisaa’: 50)
7. Al-Muftaruun
“Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).” (Yunus: 60)
8. Al-Munafiquun
“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: ‘Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.’ Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” (Al-Munafiquun: 1)
9. Al-Musrifun
“Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata, ‘Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena ia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah” padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta, maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu, dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu.” Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. (Ghafir: 28)
Kalau kita perhatikan dari ayat-ayat di atas, kata Kadzibu bisa bermakna dusta atau bohong dan bisa bermakna ingkar, yaitu penolakan pendustaan. Dan setiap keadaan pelaku akan dihukum sesuai dengan apa yang didustakannya atau apa yang dijadikan kebohongannya.
Pada dasarnya setiap hukum kebohongan mempunyai dosa dan resiko sesuai dengan tingkat kebohonganya itu. Seperti dusta atas nama Allah dan Nabi-Nya, dusta dalam kehidupan dan lain-lain.
Dan seseorang apabila dia berdusta atau berbohong, maka pada dasarnya dia harus siap berbuat kebohongan yang lainnya untuk menutupi kebohongan yang pertama. Dan biasanya kebohongan memang harus bersambung atau sampai seorang itu mau menyelesaikan kebohongannya dengan mangaku dan menutup dengan taubat atau minta maaf kalau hal itu bersangutan dengan manusia. Dan banyak di antara kita yang hampir tidak memperhatikan hal ini, bahkan ada yang beranggapan kalau bohong sedikit tidak apa-apa atau tidak dosa. Artinya bohong yang diluar syar’i. Dan Nabi saw. mengancam keras bagi orang yang bohong atau dusta apa lagi mengatasnamakan beliau. Dalam riwayat Muslim dari Samura r.a., sesungguhnya Nabi saw. berkata, “Barangsiapa yang berbicara tentang aku, dengan suatu hadis yang hal itu sebenarnya dusta, maka orang itu dikatakan pendusta.”
Bohong yang secara syar’i dibolehkan dalam tiga kondisi:
1. Bohong dalam medan Perang atau jihad atau peperangan menghadapi musuh, yaitu yang kita kenal sekarang dengan istilah taktik atau strategi. Hal ini pernah dilakukan oleh Ali r.a. dalam perang tanding satu lawan satu dengan jagonya kafir quraisy yang berpengalaman. Singkatnya, ketika dia berhadapan dengan Ali r.a., maka Ali r.a. menoleh kesamping musuhnya (seolah-oleh orang itu ada kawannya), ketika orang itu menoleh kesamping langsung Ali r.a. membelah kepala musuh itu. Dan dalam hadis sahih dikatakan “Al-Harbu Khud’ah” (perang itu tipu daya).
2. Bohong untuk Islah atau memperbaiki hubungan dua orang yang sedang marah atau bermusuhan.
3. Bohong yang dalam urusan suami istri.
Dalam Riyadhus Sholihin, Imam Nawawi membawakan dalil dari Ummu Kultsum, dari Nabi saw. bersabda, “Tidaklah dikatakan Al-Kadzibu orang yang mengishlah antara manusia, dan dia berkata baik pada kedua belah pihak.” Hadis Bukhari no. 2692 atau Muslim no. 2605, dalam riwayat Muslim berkata, Ummu kultsum diberi keringanan tentang apa yang diucapkan manusia dalam tiga hal, yaitu dalam perang, ishlah antara manusia, dan ucapan seorang suami pada istrinya, dan istri pada suaminya.”
Dari sini jelas bahwa kebohongan yang bukan dasar syar’i, hendaknya kita hindari dan jauhi. Karena, hal ini memang sangat diancam dan dibenci oleh Allah dan RasulNya.
Dalam suatu riwayat Nabi saw. pernah ditanya, “Apakah seorang mukmin bisa penakut?” Nabi saw. menjawab, ” Ya, seorang mukmin mungkin saja dia penakut.” Apakah seorang mukmin bakhil, pelit? “Ya, seorang mukmin mungkin bisa pelit.” Apakah seorang mukmin dusta atau pembohong? Nabi saw. Menjawab, “Tidak!” (HR. Malik)
Dan sebagaimana kita ketahui bahwa bohong adalah salah satu dari tanda-tanda munafik. Sebagaimana hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a., sesungguhnya Nabi saw. Bersabda, “Tanda seorang munafik ada tiga: kalau berbicara bohong, kalau berjanji ingkar, dan kalau diberi amanah (kepercayaan) khianat.”
Dan dalam riwayat Ahmad Nabi saw. Bersabda, “Sungguh suatu pengkhianatan yang besar apabila kamu bicara pada saudaramu dan dia membenarkan kamu, padahal kamu dusta.” (HR. Abu Daud)
Bahaya yang ditimbulkan dari dosa besar
Allah berfirman, “Maka masing-masing (mereka itu) kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang di timpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka kami benamkan ke dalam bumi dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan; dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Al-Ankabut: 40)
Adapun bahaya yang ditimbulkan oleh maksiat atau perbuatan dosa itu seperti di sebutkan oleh Ibnu Qoyyim rahimullah, sebagai berikut:
1. Terhalangnya ilmu agama karena ilmu itu cahaya yang diberikan Allah di dalam hati, dan maksiat mematikan itu.
2. Terhalangnya rezeki, seperti dalam hadits riwayat Imam Ahmad, “Seorang hamba bisa terhalang rezekinya karena dosa yang menimpanya.”
3. Perasaan alienasi pada diri si pendosa yang tiada tandingannya dan tiada terasa kelezatan.
4. kegelapan yang dialami oleh tukang maksiat di dalam hatinya seperti perasaan di kegelapan malam.
5. Terhalangnya ketaatan.
6. Maksiat memperpendek umur dan menghapus keberkahannya.
7. Maksiat akan melahirkan maksiat lain lagi, demikian kata ulama salaf: Hukum kejahatan adalah kejahatan lagi sebagaimana kebaikan akan melahirkan kebaikan lagi.
8. Orang yang melakukan dosa akan terus berjalan ke dalam dosanya sampai dia merasa dirinya hina. Itu pertanda-tanda kehancuran.
9. Kemaksiatan menyebabkan kehinaan. Dan kebaikan melahirkan kebanggaan dan kejayaan.
10. Maksiat merusak akal, sedang kebaikan membangun akal.
Ganjaran orang yang meninggalkan dosa besar
Jika orang yang melakukan dosa besar akan menimbulkan efek negatif pada dirinya, keluarga, dan masyarakatnya. Sebaliknya, orang yang mampu dan berhasil menahan diri dari melakukan perbuatan dosa, akan mendapatkan ganjaran yang sangat besar disisi Allah, diantaranya:
1. Terhapusnya dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya
2. Digantinya kejahatan dengan kebaikan
3. Dimasukkan ke dalam surga
Diposting olehYudhy Rivaldi di 11.40 0 komentar
Menjauhi Dosa Besar (Bagian 3)
24 Februari 2009
6. Memakan harta riba
Allah berfirman, “Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian disebabkan mereka berkata bahwa sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah datang kepadanya larangan dari Tuhannya, kemudian ia berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum turun larangan) dan urusannya (terserahkan) kepada Allah. Dan barangsiapa yang mengulangi (mengambil riba), maka mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekufuran dan selalu berbuat dosa.” (Al-Baqarah: 275-276)
Riba itu ada dua macam: nasi-ah dan fadhl. Riba nasi-ah ialah pembayaran yang dilakukan oleh yang berhutang kepada yang memberi utang melebihi jumlah hutang. Riba fadhl adalah penukaran suatu barang dengan barang sejenis, tetapi yang satu lebih banyak kadar atau jumlahnya dari yang lain, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi dan sebagainya.
Riba adalah masalah yang selalu muncul di setiap generasi sejarah kehidupan manusia. Bahaya riba yang sangat memberatkan bagi kaum lemah menjadi momok yang sangat menakutkan. Yang tentu saja menjadikan kaum lemah akan tetap dalam kemiskinan dan kesulitan. Disamping itu, memang ada pihak yang diuntungkan secara finansial oleh riba. Keuntungan-keuntungan inilah yang membuat orang yang telah merasa kesenangan mendapatkan harta riba, sulit untuk meninggalkannya. Kesenangan yang harus didapat dengan mengabaikan kesulitan saudaranya. Kesenangan yang tentunya harus mengabaikan jiwa tolong-menolong antar-sesama. Yang tersisa hanya keinginan mendapatkan keuntungan di atas kesulitan dan penderitaan orang lain.
Negara kita sekarang sedang mengalami bagaimana beratnya tekanan dililit oleh utang yang merupakan riba. Bahkan, untuk membayar bunganya saja, negara yang kaya ini hampir tidak mampu, apalagi hutang pokoknya. Memang riba selalu membuat orang yang berhutang mengalami kesulitan tiada henti selama ia tidak berhenti dari riba. Walaupun ada yang kaya karena riba, kekayaan itu adalah kekayaan semu yang rapuh pondasinya. Bagaimana dapat kita saksikan, ketika krisis mulai melanda negeri ini, banyak konglomerat yang rontok habis. Dulunya mereka kelihatan gagah dan kokoh, tetapi begitu catatan hutang dipaparkan, semua kejayaan semu itu langsung menguap tak berbekas.
Dengan melibatkan diri dalam hutang dengan sistem riba, secara tak sadar kita telah menjual negara kita ini sedikit demi sedikit kepada orang asing, sementara kita bersikap masa bodoh dengan kekayaan yang Allah anugerahkan kepada kita. Bahkan, kita biarkan orang asing menggarapnya dengan pembagian yang tidak adil dan tidak rata.
Dalam menyikapi riba ada dua macam manusia: yang menerima dan yang menolak. Yang menerima biasanya beralasan seperti yang diungkapkan ayat di atas, bahwa mereka menyamakan antara riba dengan jual beli. Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan telah mengharamkan riba. Mereka yang tetap mengambil dan memakan riba setelah jelas haramnya adalah orang-orang yang membangkang dan melanggar perintah Allah. Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang kerasukan setan, berdiri tidak kokoh dan gontai serta linglung. Adapun orang yang menolak riba setelah diharamkan oleh Allah, maka mereka itu terbagi kepada dua kelompok, yaitu kelompok yang meninggalkan riba dan menyadari dosanya serta tak mau kembali terjerumus ke dalam kubangan riba. Yang kedua orang yang sadar sesaat setelah jelas haramnya riba, namun ia kemudian kembali terjerumus ke dalam riba. Orang yang bersikap demikianlah yang mendapat ancaman dari Allah dengan siksa neraka dan bahwa mereka kekal di dalamnya. Karena menolak hukum Allah yang nyata adalah suatu kekufuran, dan orang kafir kekal di neraka.
Tentunya sikap muslim dan mukmin sejati adalah meninggalkan riba secara total setelah jelas keharamannya, dan tidak kembali lagi melakukannya setelah itu. Karena meninggalkan total suatu larangan merupakan wujud dari kesungguhan, sedangkan bersikap angin-anginan merupakan bukti ketidakseriusan dan main-main.
Selanjutnya Allah menerangkan bahwa Dia menyuburkan sadaqah, dengan pengertian yang sangat luas, termasuk menambah rezeki orang yang bersedekah dan pahala yang berlipat ganda baginya, memberi berkah pada sadaqahnya itu sehingga bermanfaat dengan baik. Sadaqah juga melanggengkan silaturahmi dan hubungan antar manusia, menumbuhkan jiwa tolong-menolong dan kepedulian akan kepedihan orang lain, dan masih banyak lagi hal-hal positif dari sadaqah.
Sementara riba, maka Allah akan memusnahkannya dengan pengertian hilangnya berkah darinya, merenggangkan tali silaturahmi dan bahkan memutuskannya. Mengeraskan hati sehingga tidak peduli nasib orang lain, menumbuhkan kesombongan dan keangkuhan serta membiasakan diri mempersulit orang yang dalam kesulitan, dan lain-lain. Semua itu adalah perkara-perkara yang akan membawa pada kehancuran dan kebinasaan.
Islam mempunyai prinsip tolong menolong dalam memberikan hutang kepada sesama manusia. Adalah tidak bijaksana memaksakan orang yang sedang kesulitan untuk memberi keuntungan kepada kita. Bahkan, belum tentu dengan uang hutang itu dia bisa mencukupi kebutuhan dirinya sendiri. Jika seseorang yang berhutang dalam kesulitan pada saat jatuh tempo, Islam menganjurkan untuk memberi tenggang waktu sampai dia berada dalam kemudahan untuk melunasi hutangnya itu. Bahkan, yang lebih baik adalah dengan menyedekahkan hutang itu kepadanya jika diketahui bahwa dia memang tidak mampu mengembalikannya, karena dengan demikian ia telah memberinya kemudahan. Dan barangsiapa yang memudahkan urusan saudaranya niscaya Allah akan memudahkan urusannya, di dunia maupun di akhirat.
7. Lari dari medan perang
8. Zina
Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)
Membaca, memahami, dan merenungkan ayat ini, kemudian melihat kenyataan dalam hidup masyarakat kita saat ini sungguh akan membuat kita merinding dan malu. Bagaimana tidak? Salah satu dosa besar yang dimurkai Allah telah menjadi hal yang biasa dilakukan sebagian masyarakat kita tanpa malu-malu dan rasa takut. Segala pintu dan sarana pendukung menuju ke arah perbuatan zina tersebar luas dengan sangat leluasa tanpa hambatan yang berarti.
Alat propaganda zina demikian luas jaringan dan jangkauannya, ditambah lagi dengan harga yang murah: mulai dari koran harian, mingguan, tabloid, majalah, tayangan televisi, vcd-vcd nista yang berhamburan di pasar-pasar terbuka, yang kesemuanya itu dapat diakses oleh siapa pun juga. Protes-protes dan demonstrasi yang sering terjadi yang menentang hal-hal seperti ini hanya ditanggapi dingin oleh pemerintah beserta aparat berwenang. Mereka lebih sibuk mengurus diri mereka sendiri. Mereka siap menggadaikan moral bangsa ini dengan segepok dolar atau sedikit julukan modern.
Bahkan, iklan-iklan yang menyerukan masyarakat untuk menghindari AIDS pun tidak kalah hebatnya dalam melegalkan perzinaan. Bukannya melarang dan mencegah orang dari zina agar terhindar dari AIDS, malah dengan gayanya secara tidak langsung telah mengatakan silahkan berzina tapi pakailah kondom. Apakah kondom memang dapat mencegah AIDS? Tidak, ada sebagian dokter yang telah meneliti mengatakan bahwa ternyata pori-pori kondom jauh lebih besar dari virus HIV. Hal ini hanya dapat dilihat dengan alat khusus. Hanya satu cara aman dari AIDS, yaitu hindari dan jauhi zina.
Ayat di atas melarang kita untuk mendekati zina. Artinya, segala hal yang merupakan jalan menuju perzinaan harus kita jauhi, apalagi zinanya sendiri, tentunya lebih wajib kita jauhi. Perlu juga kita sadari bahwa segala keterbukaan dan kebebasan yang salah kaprah ini pasti menimbulkan akibat yang tidak ringan pada masyarakat kita. Suatu keburukan akan lebih cepat menular dibanding kebaikan. Sudah sangat banyak terjadi pelecehan seksual terhadap anak-anak, remaja, dan wanita dewasa yang merupakan dampak dari nafsu birahi yang terpancing oleh segala hal-hal yang menggiring orang untuk berzina. Betapa banyak rumah tangga yang hancur berantakan gara-gara zina yang tidak hanya mengorbankan suami istri tetapi juga anak-anak mereka. Korban-korban perkosaan dan pelecehan akan membawa aib seumur hidup, sementara pelakunya hanya dihukum dalam hitungan tahun atau bulan yang ringan.
Banyak sekali keburukan dan kerugian zina, baik secara materi, psikologi, agama, moral, sosial, dan keluarga, serta lain-lainnya. Masalahnya sekarang, apakah kita mau belajar dari peristiwa-peristiwa yang telah lalu untuk menghindari zina? Bukankah Allah telah menghalalkan pernikahan? Bahkan, dihalalkan menikah sampai empat orang istri? Tetapi anehnya kebanyakan masyarakat kita justru memandang jelek terhadap orang yang berpoligami, dan memandang orang yang berzina, melacur, dan sejenisnya biasa-biasa saja seakan-akan hal itu halal-halal saja. Kita harus segera introspeksi diri dan taubat sebelum Allah menurunkan azab-Nya. Sekarang memang sudah serba terbalik. Yang haram dianggap halal dan yang halal dianggap haram. Na’uudzu billah!
9. Menuduh wanita yang suci melakukan zina
Selain perzinaan yang dilarang Allah, juga kita diperintahkan untuk menjauhi diri dari menuduh orang lain melakukan perzinaan tanpa bukti yang cukup dan jelas.
Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (An-Nuur: 19).
Ayat ini adalah sebagian dari ayat yang mengisahkan tentang peristiwa yang sempat menjadi angin kencang dalam bahtera kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad saw. Fitnah keji yang disebarkan oleh orang-orang munafik di kalangan kaum muslimin ketika itu, mengguncang hebat kehidupan Nabi saw. Maka turunlah ayat-ayat surat an-Nuur ini untuk menyatakan bersihnya ‘Aisyah r.a. dari semua fitnah keji itu. Kaum muslimin yang lalai dalam hal ini diperingatkan oleh Allah agar tidak mengulangi perbuatan yang sama, dan bahwa perkara ini bukanlah perkara enteng yang tak bermakna. Perkara ini adalah perkara besar yang akan merusak kehormatan dan kemuliaan Nabi saw. sebagai pembawa risalah. Tentu saja jika hal itu terjadi akan mempengaruhi penyampaian risalah dan dakwah yang diemban oleh beliau saw.
Orang-orang munafik yang menyebarkan fitnahan ini pasti akan Allah balas dengan siksaan yang pedih di dunia maupun di akhirat. Allah juga mewanti-wanti kaum muslimin agar berhati-hati terhadap mereka. Selanjutnya, Allah dalam ayat yang kita kaji kali ini menerangkan akibat dari orang-orang yang ingin kekejian tersebar di kalangan kaum muslimin, bahwa mereka akan disiksa di dunia dan di akhirat dengan siksaan yang pedih. Ini sekaligus ancaman bagi yang belum berbuat agar tidak berbuat fitnahan dan kekejian serta tidak menyebarkannya. Jika kekejian ini tersebar di masyarakat, banyak yang akan hancur, baik moral, tatanan sosial, garis keturunan, iman, dan sebagainya. Kalau Allah sudah mengancam orang yang memfitnah Ummul Mu’minin ‘Aisyah r.a. dengan azab yang pedih, bagaimana kiranya ancaman Allah dan siksa-Nya terhadap orang yang telah menyebarkan kekejian dan kenistaan itu dengan tindak nyata di kalangan kaum muslimin?
Selanjutnya mari kita melihat ke dalam masyarakat kita sekarang ini. Sungguh menyedihkan, kekejian ini mulai dan bahkan sudah dianggap hal biasa. Perzinaan terjadi di mana-mana, gambar-gambar para penjual tubuh bertebaran di sana-sini, cerita-cerita kotor dipublikasikan lewat media-media, film-film “binatang” disebarkan dengan harga murah tanpa mengenal rasa malu. Parahnya, pemerintah dan aparat berwenang yang seharusnya mengatasi hal ini cuma diam dan berpangku tangan. Paling sekali-sekali mereka mengadakan pemberantasan semu yang tak berdampak apa-apa. Para pemodal, pembuat, pengedar, dan segala pihak yang terkait dalam masalah ini begitu ingin hal keji dan kotor ini semakin tersebar di kaum muslimin. Mereka menikmati keuntungan-keuntungan haram dari rusaknya bangsa dan kaum muslimin. Mereka ini pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal, entah sekarang atau nanti di akhirat.
Ironisnya, kebanyakan mereka juga notabene beragama Islam, mereka tidak mengerti Islam dengan benar, iman mereka mudah dikikis oleh kilauan dunia yang fana. Mereka jauh lebih buas dari pada binatang sekalipun. Bukankah dengan perbuatan mereka itu mereka telah mengorbankan orang banyak untuk segelintir harta yang cepat habis.
Sekarang, kita sebagai kaum muslimin harus bertindak dengan seksama dan membentengi diri, keluarga dan masyarakat kita dengan iman dan tindak nyata dalam memberantas penyakit ini, jangan dibiarkan semakin akut, baru bertindak. Bertawakallah dan mohonlah pertolongan Allah dalam memberantas kenistaan ini, untuk kemudian dapat menegakkan panji-panji dan hukum-Nya di muka bumi ini. Allahu Akbar!
10. Miras, Judi, Berhala dan Mengundi Nasib
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (minum) khamr, berjudi, (menyembah) berhala, mengundi nasib adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu dengan khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan dari salat; maka berhentilah kamu (melakukannya).” (Al-Maidah: 90–91)
Maraknya produksi dan penjualan minuman keras di negara kita sekarang ini sudah sangat mengkhawatirkan. Hal ini sepertinya ingin mempertegas bahwa bangsa kita sedang dalam proses menjadi sebuah bangsa yang teler. Ditambah lagi dengan membanjirnya produk-produk luar negeri, bahkan sedikit demi sedikit mulai dijual bebas. Belum lagi masalah narkoba yang sulit ditanggulangi, juga menjadi masalah yang semakin bertambah setiap harinya.
Korbannya tak hanya orang dewasa, tetapi juga pemuda, dan bahkan anak-anak. Bahayanya? O, banyak sekali. Dapatkah Anda membayangkan apa yang akan dilakukan oleh orang yang sudah kehilangan akal dan kontrol diri? Banyak hal tak terduga yang akan dilakukannya tanpa beban sedikit pun. Mulai dari merusak rumah tangga sendiri, membunuh, merampok, menodong, dan lain sebagainya. Otomatis seseorang akan terhalang dari shalat dan mengingat Allah jika berada dalam keadaan teler dan mabuk. Inilah yang memang diinginkan setan.
Keyakinan bodoh pengkonsumsi miras bahwa stress bisa hilang, beban pikiran bisa terbang dengan minuman keras, kadang dijadikan suatu alasan untuk membenarkan perbuatannya. Belum lagi alasan-alasan lain yang dibuat-buat. Lebih mengherankan lagi adalah apa yang melandasi pemerintah memberi izin merek tertentu, orang tertentu atau perusahaan tertentu untuk memproduksi, mengimpor, dan menjual minuman keras. Apakah ada survei bahwa bangsa ini sedang membutuhkan minuman keras? Atau mungkin mereka sendiri yang membutuhkannya, lalu melegalkannya untuk memenuhi selera mereka? Wallahu a’lam.
Penyakit lain adalah judi. Mental-mental judi jika sudah merasuki jiwa seseorang niscaya akan merusak jiwa dan akalnya. Melegalisasikan perjudian dengan melakukan lokalisasi di wilayah tertentu bukanlah solusi yang tepat. Dulu ada yang namanya SDSB. Tetapi, ternyata para penjudi itu tidak hanya puas dengan SDSB. Banyak cara-cara judi yang tak masuk akal yang mereka lakukan. Contohnya, dua pihak yang berjudi sama-sama makan sepotong kecil tebu, setelah itu mereka lemparkan. Nah, ampas siapa yang lebih dulu dihinggapi oleh lalat, maka dialah yang menang. Ironinya, mereka rata-rata adalah orang-orang kurang mampu. Kebanyakan mereka hanya penjual sayuran atau rempah-rempah di pasar mingguan, petani kecil, tukang bendi, dan sejenisnya. Sebenarnya hanya ada satu kata untuk miras dan judi, yaitu “perang”.
Diposting olehYudhy Rivaldi di 11.49 0 komentar
Menjauhi Dosa Besar (Bagian 2)
21 Februari 2009
Sebagaimana orang senang berbuat kebajikan karena dorongan untuk memperoleh pahala dan balasan serta bertaubat positif dalam diri orang tersebut.
1. Karena dia lupa kepada Allah swt.
Karena lupa bahwa Allah Maha Melihat dan Menyaksikan, membuat seseorang merasa tidak mendapat penghalang dalam dirinya untuk melakukan perbuatan dosa demi meraih kesenangan sesaat. Maka dari itu, kalau dia sadar Allah swt. memperhatikannya, niscaya dia akan malu melakukannya karena merasa diperhatikan Allah swt. Itulah sebabnya kenapa orang cenderung bersembunyi ketika melakukan maksiat. Allah swt. Mengingatkan lepada kita, jangan lupa kepada Allah swt. (Al Hasyr: 19).
2. Karena dia lupa bahwa Allah swt. yang telah mengkaruniai segala sesuatu kepadanya
Seharusnya manusia berterima kasih melalui ketaatan-ketaatan yang dilakukan untuk-Nya. Tapi, manusia justru melakukan yang sebaliknya: memakai semua yang dikaruniai Allah untuk melanggar larangan-Nya. Hal itu seperti pernah disebutkan oleh Nabi Zakaria kepada Bani Israil; Bagaimana kalau kalian mempunyai budak atau pegawai yang kalian penuhi segala kebutuhannya ternyata dia menyeleweng dan bekerja untuk orang lain. Tentu hal itu tidak wajar dan tidak pantas serta layak diskors atau dihukum. Padahal, nikmat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya tidak terhitung banyaknya. (Ibrahim: 34)
3. Karena dia lupa kalau Allah swt. itu selain Maha Pengasih juga keras siksaan-Nya
Banyak pendosa ketika diingatkan agar berhenti dari maksiatnya serta merta dia menjawab Allah swt. itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang dengan tetap terus bermaksiat ria. Padahal selain memiliki sifat tersebut, Allah juga memiliki sifat Maha Keras azabnya. (Al Maidah: 98)
4. Bahwa setiap perbuatan manusia ada catatan yang ditulis oleh malaikat
Catatan malaikat ini sebagai bukti baik-buruknya seluruh perbuatan manusia (Qaf: 17-18). Tidak ada satupun perbuatan kita yang terlepas dari catatan malaikat. Bahkan di hari akhirat kelak seluruh anggota tubuh kita akan bersaksi: lidah, tangan, kaki, dan lain-lain (An-nur: 4). Kalau orang merasa bahwa dia telah dijasai, diperhatikan dan bahkan dihadapkan kepada ancaman, niscaya dia akan berhati-hati untuk tidak terjerumus ke dalam kubangan dosa yang berakibat sangat fatal di dunia dan apalagi di akhirat.
Macam-macam dosa besar
Terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama tentang jumlah macam-macam dosa besar itu.
Di antaranya disebutkan Rasulullah saw. seperti yang di riwayatkan oleh Imam Muslim, syirik kepada Allah, membunuh anak karena takut miskin, men-zinai istri tetangga, durhaka terhadap kedua orang tua, bersaksi bohong, membunuh, bermain sihir, dan memakan harta anak yatim.
Adapun secara garis macam dosa besar yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Menyekutukan Allah
Yaitu dengan menjadikan selain Allah sebagai tandingan dan sekutu dalam segala hal dan sekecil apapun. Ini termaktub dalam ayat di atas: “Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia.” Seluruh manusia harus mengakui bahwa Allah adalah Esa. Tidak ada sesuatupun yang patut disembah, diminta pertolongan dan dipatuhi kecuali Allah swt. Kadang masyarakat kita tidak sadar melakukan sesuatu yang menyimpang dalam berdoa dan memohon kepada Allah. Bahkan ada di antara mereka, karena begitu lama hidup dalam kesulitan dan kemiskinan lalu lari ke kuburan, tempat-tempat keramat dan perdukunan agar diberikan jalan hidup yang lebih baik.
Syirik terbagi dua bagian: syirik akbar dan syirik ashgar. Masing-masing memiliki dua bagian: dzahirun jali (yang tampak nyata) dan bathinun khafi (yang samar tersembunyi). Adapun maksud dari syirik akbar adalah menjadikan sekutu bagi Allah dalam melakukan sesuatu perbuatan yang seharusnya perbuatan itu hanya ditujukan kepada Allah, seperti menjadikan tuhan-tuhan lain bersama Allah, baik secara terang-terangan dengan mentaati, menyembah, memohon pertolongan selain kepada Allah, dan tersembunyi, seperti sifat sombong, takabbur dan ujub, yang kesemua hal tersebut merupakan bagian syirik yang tersembunyi, sebagainana dijelaskan oleh Rasulullah saw bahwa Allah swt. tidak akan memasukkan seorang hamba kedalam surga apabila di dalam hatinya ada sebesar atom (biji sawi) dari sifat takabbur. Atau bersumpah dan bernadzar kepada selain Allah. “Kemusyrikan lebih samar ketimbang derap langkah semut di atas batu hitam di malam yang gelap gulita.” Adapun yang dimaksud dengan syirik kecil adalah menganggap sesuatu benda memiliki kekuatan gaib, seperti memakai kalung dan benang sebagai jimat, peramal, dukun atau tenung dan guna-guna.
Kedua bagian dari syirik tersebut di atas merupakan dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah swt. Seperti yang telah difirmankan dalam
Satu hal yang dianggap syirik oleh Allah adalah melakukan kurban untuk berhala-berhala atau selain Allah. Bentuknya tidak terbatas hanya pada menyembelih binatang, tetapi juga dengan mempersembahkan sesajen ke laut dan sejenisnya. Perbuatan ini jelas-jelas berbau syirik. Namun, setan membungkusnya dengan berbagai hal yang berbau Islami. Sehingga orang-orang yang tidak mengerti menyangka bahwa apa yang mereka lakukan adalah ajaran Islam. Padahal tidak sama sekali. Setan tidak hanya masuk melalui pintu-pintu kejahatan untuk menyesatkan manusia, tetapi ia juga masuk melalui pintu-pintu ibadah dengan menimbulkan ritual baru yang dibungkus dengan beberapa hal berbau Islam. Tujuannya tak lain adalah menyesatkan kaum muslimin dan manusia pada umumnya. Di negeri ini ritual-ritual pengorbanan dan persembahan sesajen masih sangat sering dilakukan di berbagai pelosok. Yang menyedihkan adalah mereka yang melakukannya notabene adalah kaum muslimin, bahkan mereka menganggap hal itu ajaran Islam. Na’udzubillah!
Juga sama halnya dengan mengundi nasib, meramal, dan sejenisnya. Nasib adalah perkara gaib yang tidak diketahui, kecuali oleh Allah.
2. Sihir
Sihir adalah perbuatan setan yang disampaikan kepada manusia sehingga dirinya merasa punya kekuatan, menetahui yang ghaib dan lain sebagainya. Setan mengajarkan sihir untuk menyesatkan pelaku dan umat manusia, sehingga orang yang melihat sihir seakan suatu kebenaran.
Sebagaimana firman Allah:
وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِيْنُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِيْنُ كَفَرُوا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ
“Dan ikutilah apa yang dibacakan oleh setan atas kerajaan Sulaiman, padahal Sulaiman tidak ingkar (kepada Allah) namun setanlah yang ingkar, mereka mengajarkan kepada manusia sihir.” (Al-Baqarah: 102)
Dalam keseharian banyak kita temui jenis-jenis sihir, baik dukun, santet, pelet, dan lain sebagainya. Dan apapun jenisnya sihir adalah bagian dari kafir dan dosa besar.
3. Membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan cara yang benar
Membunuh jiwa yang diharamkan kecuali karena ada sesuatu sebab yang benar. Seperti yang ditegaskan dalam firman Allah: “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Yaitu membunuh orang lain tanpa ada sebab dan alasan yang dibenarkan Islam seperti mempertahankan akidah dan jiwa dalam perang, qishas (membunuh pembunuh seseorang secara sengaja), membunuh orang yang murtad dan terang-terangan memusuhi Islam, dan berzina padahal sudah menikah. Rasulullah saw. pernah bersabda: “Tidak dihalalkan darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah dan aku adalah Rasulullah melainkan dengan salah satu dari tiga sebab: pezina yang sudah menikah, jiwa dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agama serta memisahkan diri dari jama’ah.”
Isyarat di atas tidak terbatas pada pengharaman membunuh jiwa, namun mencakup pada perbuatan yang menjurus pada pembunuhan, seperti permusuhan dan adu domba sehingga orang lain bertikai dan saling membunuh, dengki dan lain-lain pada perbuatan yang akibatnya menghilangkan nyawa orang.
Dalam ayat lain Allah swt. banyak mengisyaratkan akan pelarangan tiga perkara; syirik, zina, dan membunuh jiwa saling beriringan. Ini karena ketiga hal tersebut merupakan tindak kriminal yang dikategorikan sebagai pembunuhan. Syirik misalnya dapat membunuh fitrah dan hati yang terdapat dalam diri manusia, zina dapat membunuh kehidupan sosial, sedangkan yang ketiga merupakan pembunuhan jiwa seseorang secara sengaja tanpa ada alasan yang dibenarkan.
Orang yang membunuh seseorang disebut pembunuh, fasiq, dzalim atau pendurhaka dan kafir. Sebagaimana disabdakan dalam hadits Rasulullah saw.: “Memaki-maki orang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekafiran.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ibnu majah)
Adapun ganjaran bagi orang yang membunuh adalah dosa besar, walaupun yang dibunuh adalah musuh Allah atau orang kafir yang memiliki ikatan perjanjian damai dengan negara Islam dan telah mendapatkan jaminan keamanan. Seperti yang disabdakan Rasulullah saw.: “Barangsiapa yang membunuh kafir mu’ahad (orang kafir yang tinggal di negeri yang terikat perjanjian damai dengan negara Islam), maka ia tidak akan dapat mencium bau surga. Ketahuilah bahwa bau surga itu dapat dicium dari jarak perjalanan empat puluh tahun. (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu majah)
Sedangkan ganjaran orang yang membunuh orang mukmin dengan sengaja, maka hukumannya adalah neraka Jahannam (An-Nisa: 93). Dalam hadits disabdakan: “Lenyapnya dunia ini lebih ringan menurut Allah daripada membunuh seorang mukmin tanpa adanya alasan yang benar.” (HR. Ibnu majah).
Dan yang termasuk membunuh yang dilarang Allah adalah membunuh anak yang telah diamanahkan Allah karena takut jatuh miskin dan melarat, karena Allah sendiri yang akan memberi rizki kepada mereka. Seperti yang telah difirmankan Allah, “Janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.”
Orang-orang Arab semasa jahiliyah biasa membunuh anak putrinya hidup-hidup. Sebagian di antara mereka ada yang didorong rasa cemburu, ada yang takut miskin, dan mayoritas melakukannya karena untuk menghindari rasa malu dan aib. Sehingga Allah menurunkan ayat yang melarang mereka membunuh anak, entah apa pun alasannya. Sebab Allah-lah yang menciptakan, memberi rezeki dan sudah menjamin bagi hamba-hamba-Nya segala kebutuhan hidupnya.
Larangan membunuh anak mengisyaratkan akan keuniversalan ajaran Islam dan keunikannya. Dimana setelah Allah menjabarkan hak orang tua dari anaknya dan kewajiban anak terhadap orang tua, Allah juga tidak mengesampingkan hak anak dari orang tuanya dan kewajiban orang tua terhadap anaknya. Keduanya harus saling beriringan dan sejalan, saling memberikan perhatian antara keduanya. Jangan sampai seorang bapak menuntut kepada anaknya untuk berbuat baik kepadanya sementara ia sendiri tidak melaksanakan kewajibannya sebagai seorang bapak terhadap anaknya: mendidik dan mengasuhnya serta membimbingnya dengan baik. Patut disadari bahwa bimbingan, arahan, dan didikan orang tua kepada anaknya akan mempengaruhi jiwa anak tersebut. Baik dan buruknya seorang anak bergantung pada didikan orang tuanya.
Tentunya pemenuhan kewajiban orang tua terhadap anaknya merupakan langkah pertama sebelum anak melakukan kewajibannya di hadapan orang tuanya untuk berbuat baik. Orang tua harus memelihara, memberi makan, mendidik dan mengasuh anaknya, dan memberi sesuatu yang terbaik kepadanya. Ketika semua kewajiban itu terpenuhi, maka orang tua berhak menuntut haknya dari si anak. Paling tidak sebagai imbalan atas pemenuhan kewajiban-kewajiban ini, orang tua berhak mendapat penghormatan, ketaatan, perlakuan baik, kasih sayang, dan perhatian yang mereka perlukan di hari tua.
4. Berbuat keji, baik secara terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi.
Hal ini diisyaratkan dalam firman-Nya: “Dan janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi.”
Adapun maksud dari kalimat “terang-terangan dan sembunyi-sembunyi” adalah bahwa segala kemungkaran dan kekejian haram hukumnya tanpa terkecuali baik yang dilakukan dengan terang-terangan dan sembunyi. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Beliau berkata, “Semasa jahiliyah mereka menganggap zina bukan dosa selagi dilakukan secara tersembunyi, dan mereka menganggapnya keburukan jika dilakukan terang-terangan dan terbuka.”
5. Memakan harta orang lain dan harta anak yatim dengan cara yang bathil
Allah swt. berfiman:
وَلاَ تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ
“Dan janganlah kalian memakan harta sebagian dari kalian dengan bathil, kecuali melalui jual beli dan saling ridho.” (An-Nisa: 29)
وَلاَ تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلىَ الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Dan janganlah kalian memakan harta di antara kalian dengan cara yang bathil, kalian mengambilnya melalui hakim (pengadilan) agar kalian dapat memakan harta sekelompok manusia dengan dosa sedangkan kalian mengetahui.” (Al-Baqarah: 188)
إِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِي بُطُوْنِهِمْ نَارًا وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا
“Sesungguhnya orang yang memakan harta anak yatim dengan cara zhalim, mereka memasukkan api neraka dalam perut mereka, dan mereka akan dimasukkan ke dalam neraka sa’ir.” (An-Nisa: 10)
وَآتُوا الْيَتَامَى أَمْوَالَهُمْ وَلاَ تَتَبَدَّوُاالْخَبِيْثَ بِالطَّيِّبِ وَلاَ تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلىَ أَمْوَالِكُمْ إِنَّهُ كَانَ حُوْبًا كَبِيْرًا
“Dan ambillah harta anak yatim (dengan cara yang baik) dan janganlah kamu ganti keburukan dengan kebaikan, dan janganlah kamu memakan harta mereka seperti harta kamu sendiri, karena sesungghnya yang demikian itu adalah merupakan dosa yang besar.” (An-Nisa: 2)
Diposting olehYudhy Rivaldi di 17.16 0 komentar
Menjauhi Dosa Besar (Bagian 1)
17 Februari 2009
Rasulullah saw. bersabda:
اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ ” فَذَكَرَ مِنْهَا: الشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمُ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
“Jauhilah kalian tujuh dosa besar; syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan cara yang benar, memakan harta anak yatim, memakan harta riba, lari dari medan perang, menuduh berzina terhadap wanita yang suci.” (Muttafaqun alaih)
Hadits ini adalah arahan Rasulullah saw. kepada kita untuk meraih kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Wasiat ini terkait dengan larangan-larangan Allah yang merupakan dosa besar. Larangan-larangan tersebut merupakan dasar yang sangat fundamental dan telah disepakati oleh seluruh agama samawi. Jika kesemua larangan tersebut dapat kita jauhi, maka akan tercipta kelangsungan hubungan harmonis kita dengan Allah swt., keluarga, dan masyarakat. Tercipta ketertiban dan keamanan lingkungan. Terjaga kesucian jiwa dan hati; baik pribadi, keluarga dan masyarakat dari segala kotoran batin dan raga, sehingga kebahagiaan di dunia dan di akhirat pun dapat dicapai.
اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ ” فَذَكَرَ مِنْهَا: الشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمُ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
“Jauhilah kalian tujuh dosa besar; syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan cara yang benar, memakan harta anak yatim, memakan harta riba, lari dari medan perang, menuduh berzina terhadap wanita yang suci.” (Muttafaqun alaih)
Disebutkannya hadits ini menunjukkan akan besarnya dosa orang yang melakukan perbuatan tersebut, sehingga pelakunya mendapat ganjaran di dunia dengan had seperti membunuh, zina dan mencuri, dan di akhirat mendapat ancaman azab atau murka, celaan atau laknat dari Allah. Dengan itu semua, umat manusia khususnya umat Islam harus segera menjauhi dan meninggalkan perbuatan dosa besar.
Dan pada awal dakwah, Rasulullah saw. sangat menekankan kepada para sahabatnya untuk segera meninggalkan perbuatan haram dan menjauhi dosa besar. Bahkan Rasulullah saw. menjadikan hal tersebut sebagai prasyarat dalam berbaiat untuk taat kepada Allah swt. dan Rasulullah saw.
Dalam
يَا َأيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَى أَنْ لاَ يُشْرِكْنَ بِاللهِ شَيْئًا وَلاَ يَسْرِقْنَ وَلاَ يَزْنِيْنَ وَلاَ يَقْتُلْنَ أَوْلاَدَهُنَّ وَلاَ يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِيْنَهُ بَيْنَ أَيْدِيْهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلاَ يَعْصِيْنَكَ فِي مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْلَهُنَّ اللهَ إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ
“Wahai Nabi, jika datang kepadamu wanita-wanita beriman untuk berbaiat setia kepadamu agar tidak melakukan syirik kepada Allah dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak mereka, dan tidak melakukan kejahatan yang dibuat-buat baik di hadapannya dan di bawah kakinya serta tidak memungkiri terhadap kebaikan, maka baiatlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang”. (Al-Mumtahanah: 12)
Makna dan hakikat dosa besar:
Sumber dosa:
Sumber dosa berasal dari dua hal, yaitu:
1. Meninggalkan perintah Allah swt.
2. Melanggar larangan Allah swt.
Manusia seakan bertabiat cenderung untuk berbuat dosa sejak manusia pertama, Adam a.s., melanggar larangan Allah swt. karena bisikan iblis –kecuali para Rasul yang maksum (terjaga dari dosa). Meskipun manusia cenderung berbuat dosa, Islam tidak mengenal dosa turunan. Karena setiap anak Adam lahir dalam keadaan fitrah dan suci. Dan Islam mengajarkan agar manusia selalu bertakwa dengan melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya. Tetapi kemudian manusia masih juga berbuat dosa karena kelemahannya, maka Allah swt. memberikan jalan-jalan penghapus dosa, dari mulai istighfar sampai kepada taubat nasuha.
Rasulullah saw. Bersabda, “Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik pembuat dosa adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi,Hasan)
Bedanya Iblis dari Adam adalah Iblis melanggar perintah Allah swt. dan tidak bertaubat, sedangkan Adam melanggar larangan Allah swt. tapi menyadari dan bertaubat. Bahkan Rasulullah bersabda, “Kalau kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah swt. akan mengganti kalian dengan kaum yang lain pembuat dosa, tetapi mereka beristighfar dan Allah mengampuni mereka.” (HR. Muslim)
Demikian nilai dosa itu. Kalau disadari akan menghantarkan manusia kepada ketaatan. Karena pendosa itu jiwanya selalu gelisah dan kegelisahan itu yang menghantarkan dia kembali kepada Allah swt. dengan bertaubat.
Berbeda dengan ahli bid`ah. Karena mereka merasa benar sehingga tidak terasa kalau dia berbuat dosa. Oleh karena itu Imam Sofyan Atstsani berkata, “Seorang tukang bid`ah itu lebih disukai oleh setan dari seribu pendosa.”
Suatu bangsa yang berlumuran dosa bisa menjerumuskannya ke jurang malapetaka sebagaimana terjadi dengan malapetaka yang menimpa bangsa-bangsa terdahulu. Apabila bangsa kita ingin terhindari dari malapetaka, maka segala bentuk dosa harus diupayakan untuk dijauhkan dari kehidupan masyarakat kita.
Diposting olehYudhy Rivaldi di 17.27 0 komentar
7 Tanda Si Dia Tidak Serius
Nah, berikut ini beberapa ciri-ciri kekasih yang tak jujur. Gunakan informasi ini sebagai masukan, dan berhentilah merasa khawatir, atau membicarakannya secara serius dengan pasangan Anda.
1. Si Dia tak mengenalkan Anda kepada keluarga dan teman-temannya.
Seorang pembohong akan membiarkan Anda di dalam kegelapan, sementara mereka bermain di tempat terang. Hubungan Anda tidak akan berhasil jika Anda berstatus "Kekasih Bayangan". Artinya, Anda sering dibuat menunggu, sementara pasangan Anda sedang bersenang-senang. Sebaiknya, Anda perhatikan apakah Anda diajak bila ada acara keluarga atau kumpul-kumpul dengan teman-temannya. Pernahkah dia mengajak Anda ke gathering party yang diadakan oleh kantornya? Bila ya, pasti ada alasannya.
Mungkin teman kencan Anda sedang mendekati seseorang atau justru dia sebenarnya sudah mempunyai kekasih sehingga dia tidak akan membawa Anda di muka umum. Anda berhak curiga jika tidak diajak menghadiri suatu acara, lantas bertindaklah tegas. Berhentilah menjadi Kekasih Bayangan. Begitu Anda berani menghadapinya, Anda akan tahu apakah Anda memang akan menjadi kekasihnya seumur hidup atau sudah waktunya pergi meninggalkannya.
2. Si Dia tak memperlihatkan perasaannya.
Pembohong menyembunyikan perasaan mereka agar mereka dapat mengelabui bila mereka berada di suatu tempat. Sungguh melelahkan bila Anda harus membongkar kebenaran dari pasangan Anda. Pasangan yang tidak memperlihatkan perasaannya dapat mengatakan apa yang ingin Anda dengar, tetapi tidak akan mengubah sikapnya kecuali memang dia menginginkannya.
Mengatakan hal yang benar dan melakukan hal yang benar sangat berbeda. Bila pasangan Anda mengatakan bahwa dia menghabiskan waktu lebih banyak bersama Anda dan lebih banyak memberi perhatian kepada Anda, tetapi pada kenyataannya tidaklah demikian, Anda harus berhati-hati karena kemungkinannya dia menjalin hubungan dengan beberapa orang selain dengan Anda.
3. Si Dia mengaku tak ingin terikat.
Bila seseorang mengatakan "Saya tidak menginginkan komitmen," jangan mudah tertipu dan jangan terperangkap. Seorang pembohong tidak senang dikontrol. Dia akan mudah berpaling dari Anda karena tidak senang dengan sikap pasangan yang ingin mengekangnya. Sangat sering orang tidak memedulikan pesan yang jelas mengenai kencan yang berpotensi. Bila seseorang mengatakan kepada Anda, "Saya tidak serius dengan hubungan kita", "Saya masih ingin bebas", "Saya belum siap untuk berumah tangga", jangan ragu-ragu untuk mengambil langkah mundur!
Dengan jelas dia mengatakan kepada Anda bahwa dia hanya ingin bersenang-senang. Bila Anda tetap meneruskan hubungan Anda dengannya, Anda akan patah hati. Jangan pernah memaksa seseorang untuk masuk ke dalam situasi yang tidak diinginkannya. Jangan pernah menuntut seseorang untuk menjalankan hubungan yang serius bila dia tidak menginginkannya.
4. Si Dia mengaku mengkhianati mantannya.
Seorang pembohong membenarkan perilaku mereka agar tidak terikat. Cara mereka mengakui tindakannya memperlihatkan karakter yang mereka miliki. Biasanya alasan yang mereka pakai adalah:
· "Mantan saya ringan tangan sehingga sah-sah saja bila saya membutuhkan perhatian dari seseorang."
· “Ayah saya mengkhianati ibu saya, jadi kalau sekarang saya mengkhianati kekasih saya itu karena pengaruh kehidupan masa lalu saya."
Setiap orang mempunyai alasan, tetapi apakah Anda dapat menerima pembenaran ini? Orang yang mengakui ketidaksetiaan di masa lalunya kemudian menceritakan pengkhianatannya kepada orang lain biasanya berkemungkinan besar untuk berselingkuh kembali. Biasanya mereka tidak merasa bertanggung jawab terhadap tindakan masa lalunya, juga tidak menyelesaikan dengan baik masalah yang dihadapinya.
5. Sebelumnya Si Dia selalu jomblo
Ingat, seorang pembohong tidak pernah sendirian! Putus dari satu cinta, lari ke cinta yang lain atau bahkan memiliki beberapa cinta dalam waktu yang bersamaan. Mereka tidak peduli dengan introspeksi diri, fokus mereka adalah untuk menarik orang baru ke dunianya.
Bila Anda berkencan dengan orang yang menceritakan sejarah cintanya yang selalu berusaha mendapatkan pasangan baru ketika sedang menjalin hubungan dekat dengan seseorang, berhati-hatilah! Orang ini mungkin berpikir pasangannya hanyalah pengisi waktu dan hubungan sejenis ini tidak pernah bertahan lama.
6. Si Dia suka berbohong
Pembohong berbohong mengenai segala hal yang membuat Anda mempertanyakan kebenaran dari ceritanya. Bila Anda berkencan dengan seseorang yang tampaknya tidak jujur mengenai hal-hal yang biasa, seperti 'Di mana dia makan siang', 'Apa yang dilakukannya di hari Minggu pagi' sebaiknya Anda harus waspada. Dia akan selalu berbohong; dari satu bohong ke bohong berikutnya. Anda harus ingat "tanpa kejujuran, tidak ada cinta".
7. Si Dia bangga akan bentuk badannya
Pembohong merasa tidak aman dan perlu membuat dirinya menarik. Dia memamerkan popularitasnya untuk menaikkan rasa rendah dirinya. Bila pasangan Anda sangat menuntut, Anda harus menyadari betapa dia memiliki perasaan tidak aman yang tinggi. Orang ini merasa perlu menonjolkan egonya untuk menutupi kekurangannya.
Diposting olehYudhy Rivaldi di 17.25 0 komentar
Bahasa Tubuh Pembohong
Kamu pasti pernah berbohong! Walau hanya sekali. Kalau untuk hal-hal sepele, berbohong tidak berdampak serius. Bahkan bisa menjadi bahan hiburan. Tapi ketika seorang berbohong untuk hal yang sangat penting maka itu bisa menyakitkan. Dalam hal itu dibohongi sama sekali tidak menyenangkan. Nah untuk menghindari supaya kamu tidak dikibulin, di bawah ini Kamera kasih tips-tips buat mengenali dia yang tidak jujur...
Bahasa tubuh
DR. Paul Ekman spesialis tentang ekspresi muka, emosi dan kebohongan mengatakan bahwa cara paling mudah mengenali pembohong adalah lewat bahasa tubuhnya. Karena menurutnya orang yang berbohong cenderung bersikap kaku dan tidak banyak bergerak. Kalau pun bergerak cenderung tidak lazimnya.
Mata, katanya, bisa menjadi sumber informasi, karena pembohong mencoba untuk menghindari sebanyak mungkin kontak mata dengan korbannya.
Selanjutnya, gerakan jari dan tangan bisa juga dipakai sebagai acuan. Menurut Pak Paul, tanpa sadar sang pembohong seringkali menyentuh muka, wilayah tenggorokan dan mulutnya sendiri, dan terkadang juga menggaruk-garuk hidung atau belakang telinga. Meskipun enggak gatel.
Salah tingkah
Lainnya adalah soal kontradiksi kondisi emosi si pembohong atau singkatnya SALTING! Salah Tingkah. Biasanya ungkapan emosi dan tingkah laku dari sang pembohong, tidak lazim. Atau tidak nyambung dengan emosi. Misalnya saja dari mulutnya terlontar kata-kata manis tapi di saat yang sama raut mukanya terlihat kemarahan atau tegang. Selain itu ekspresi mulut penipu terlihat terbatas dan kaku.
Hal lain yang perlu juga diperhatikan adalah interaksi dan reaksinya. Orang yang merasa salah (dan menutupi kebohongan) cenderung bersikap defensif atau pasang jurus membela diri. Belum-belum dia sudah merasa akan diserbu. Pembohong biasanya merasa enggak nyaman berhadapan dengan orang yang dibohonginya. Posisi tubuhnya juga cenderung menyampingi lawan bicaranya. Ditambah lagi, tanpa sadar dia terkadang meletakkan barang atau apapun juga di antara kamu dan dia. Secara tidak sadar itu semacam cara memberi pembatas atau benteng.
Monoton dan datar
Yang juga perlu diperhatikan kalau mau mengenali orang berbohong adalah mengenai isi dan konteks cerita yang disampaikannya. Jawaban si pembohong biasanya akan mengulang kata-kata yang kamu tanyakan. Misalnya saja kamu tanya: "Kamu mengambil kue Brownies dari lemariku yah?"
Dia yang nyikat Browniesmu akan berkelit dan jawab, " Enggak...aku enggak ngambil Brownies dari lemari kamu." Dan ketika ditanyai sesuatu, biasanya si pembohong akan berusaha menjelaskan jawabannya sampai sedetil-detilnya untuk meyakinkan kamu.
Kata Paul Ekman, nada suara si pembohong juga seringkali monoton dan datar, serta jawabannya terdengar seperti dumelan pelan.
Taktik memergoki
Nah taktik lain untuk bisa memergoki dia berbohong atau tidak. Ketika sedang ngebahas topik yang "meragukan" itu (contoh Brownies tadi ) dengan orang tersebut, cobalah mendadak ganti topik lain. Pembohong yang sedang gerah .. akan merasa lega dan tertolong dengan perubahan topik. Tapi sebaliknya orang yang jujur, akan mempertanyakan sikapmu yang cepat berganti topik. Si jujur akan merasa terganggu dan bertanya kepada kamu, kenapa kamu mendadak ganti topik baru.
Nah itulah kurang lebih aspek-aspek yang bisa kamu perhatikan untuk mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak, yang ditulis DR. Paul Ekman. Sebagai penutupnya Pak Paul juga berpesan " Pada umumnya kita ada pilihan dalam hidup, kalau kita memilih untuk curiga terus dalam hidup mungkin hidup kita tidak akan teralu menyenangkan tapi kita tidak akan sering dibohongi. Atau kita bisa hidup dengan percaya ke sekeliling dan biasanya hidup akan lebih menyenangkan, tapi kadang kita harus mengalami kekecewaan karena mengetahui kita telah dibohongi".
Kalangan yang kemungkinan bisa kamu percaya adalah keluarga dan teman. Lebih baik kamu percaya mereka daripada mencari-cari kebohongan terus-menerus.
Nah kawan itulah tips-tips untuk mengenali orang yang berbohong. Tentunya kita harus melatih diri untuk peka terhadap semua aspek-aspek di atas. Tapi ada juga orang-orang yang tidak mempan dengan jurus DR. Paul tadi, kalau pembohongnya sudah profesional dan memang kronis. Jadi selamat mencoba aja dan semoga sukses.
Biar ga di boongin, baca dulu yang berikut ini....![]()
Cara untuk Melihat Kebohongan Seseorang
-kamu akan melihat bahwa lawan bicara menghindari kontak mata. Matanya akan lebih sering berkedip atau berputar ke arah lain. Hal ini mengindikasikan kondisi mental yang tidak nyaman.
-Orang itu menunjukkan kebingungan saat berbicara. Saat dia berbohong, dia akan memikirkan tentang kesalahannya pada waktu yang sama. Hal ini akan mengganggu perhatiannya dalam percakapan tersebut.
-Seorang pembohong sering kali bicara dengan sangat cepat atau dalam kalimat-kalimat pendek. Dia mencoba untuk menyudahi situasi itu secepat mungkin.
-Jika kita mengawasi bahasa tubuh pembohong dengan cermat, kita akan melihat bahwa bahasa tubuhnya seperti bentuk proteksi diri. Orang itu mencoba untuk melindungi diri sendiri dengan tindakan tertentu seperti mundur ke belakang, menyilangkan lengannya, atau meremas tangan.
-Pembohong berpura-pura kebingungan dalam percakapan. Dia menciptakan kebingungan tersebut sehingga dia bisa mendengar pendapat orang lain dan menyetujui mereka.
-Kadang kala, pembohong menunjukkan perilaku yang berkebalikan. Dia ingin berkata tidak tapi dia menganggukkan kepalanya.
-Biasanya, pembohong tidak siap untuk mengatakan kebohongan tersebut. Saat dia berbohong mengenai sesuatu, hal itu tidak direncanakan sebelumnya. Karena itu, jika kamu menanyakan sesuatu tentang detailnya, maka dia tidak akan mampu menjawab pertanyaan kamu dengan tepat. Dia akan kebingungan dan kehilangan konsistensi percakapannya.
-Tawa yang berlebihan dan rasa setia kawan berlebihan bisa menjadi tanda penting kebohongan. Pembohong itu ingin berpura-pura menunjukkan bahwa dia adalah teman kamu, sehingga kamu akan mulai mempercayainya.
-Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan untuk menentukan apakah seseorang berbohong atau tidak adalah dengan mendengarkan dengan baik. Jika mendengarkan dengan baik apa yang dikatakannya, maka dapat dengan mudah menemukan ketidakkonsistenan dalam pembicaraannya. Inilah salah satu cara efektif untuk mengetahui apakah mereka berbohong atau tidak.
-Juga terlihat jelas apabila seseorang mengatakan kebohongan, dia cenderung akan memberikan penjelasan yang tidak penting. Dia akan memberi terlalu banyak detail tentang situasinya.
-Saat pembohong mengetahui bahwa pendengarnya tahu akan kebohongannya, dia akan segera merasa tersinggung. Hal yang sama terjadi dalam kasus percakapan melalui telepon. Orang yang berbohong cenderung menutup telepon atau cepat-cepat mengubah topiknya.
Hehehehehe...buat yang tukang bohong harus hati hati.....yang sering dibohongin WASPADALAH...WASPADALAH....![]()
![]()
![]()
Diposting olehYudhy Rivaldi di 17.19 0 komentar